Sinergi Jadi Kunci Penyelesaian Permasalahan Pelabuhan Perikanan Untia
Info Teras | 15/10/2021 18:13
Sinergi Jadi Kunci Penyelesaian Permasalahan Pelabuhan Perikanan Untia

INFO NASIONAL -- Wakil Ketua Komisi IV DPR RI, Anggia Ermarini, menyatakan perlu sinergi antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah juga stakeholders lainnya untuk dapat segera mengesahkan dan mengeluarkan organisasi kepengurusan Pelabuhan Perikanan Untia. Hal tersebut menjadi penting agar pelabuhan ini dapat segera difungsikan dan menjadi sentralisasi pelabuhan perikanan bertaraf nasional di Sulawesi Selatan. 

"Saya merasa ironis dengan potensi yang dimiliki Sulawesi selatan ini. Salah satu yang menjadi penghambat, pertama adalah tentang organisasi yang belum selesai. Sebenarnya KKP sudah memberikan struktur organisasi kepada KemenPAN-RB," ujar Anggia usai meninjau Pelabuhan Perikanan Untia, di Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Kamis, 14 Oktober 2021. 

Anggia mengaku heran, seharusnya organisasi itu sudah selesai ketika masih di tahap perencanaan. "Makanya pertanyaan kami juga, saya terutama, kemarin dulu planning-nya seperti apa, kok sampai hari ini organisasi belum ada," tuturnya.

Selain itu, Anggi juga menambahkan bahwasannya pengelolaan Pelabuhan Perikanan Untia ini perlu effort yang luar biasa dari seluruh pihak. Mengingat pelabuhan ini bukanlah pelabuhan eksisting yang memang sudah ada sejak dulu, namun ini adalah pelabuhan baru, dimana masyarakat juga masih terbiasa dengan pelabuhan induk sebelumnya.

Senada dengan Anggia, Anggota Komisi IV DPR RI Azikin Solthan mengusulkan kepada pemerintah daerah dalam hal ini Gubernur Sulawesi Selatan agar dapat berkoordinasi dengan KemenPAN-RB, agar struktur organisasi pelabuhan perikanan untia ini segera dikeluarkan. "Kami minta kepada pak Dirjen Tangkap KKP agar juga membantu upaya2 agar struktur organisasi daripada pelabuhan itu cepat disahkan oleh MenPAN," katanya.

Turut hadir dalam kunker reses Komisi IV DPR RI masa persidangan I Masa Persidangan 2021-2022 diantaranya Vita Ervina (F-PDI Perjuangan), Firman Soebagyo, Hanan Rozak (F-Golkar), Renny Astuti (F-Gerindra), Abdullah Tuasikal, Sulaiman Hamzah (F-NasDem), Andi Akmal Pasluddin (F-PKS), Muhammad Syafrudin dan Fachry Pahlevi Konggoasa (F-PAN). (*)