DPR Minta Kasus 4.000 Vaksin Kadaluarsa Tak Terulang
Info Teras | 09/11/2021 12:13
DPR Minta Kasus 4.000 Vaksin Kadaluarsa Tak Terulang

INFO NASIONAL - Sekitar 4.000 dosis vaksin AstraZeneca dikirim balik dari Pemerintah Kabupaten Kudus ke pemerintah pusat karena tanggal kadaluarsanya akhir Oktober 2021 lalu. Kalangan DPR meminta pemerintah menyiapkan langkah antisipasi agar tidak ada lagi kasus vaksin kadaluarsa seperti yang terjadi di Kudus, Jawa Tengah. 

“Perlu koordinasi semua pihak, khususnya pemangku kepentingan agar kejadian serupa tidak terulang kembali. Pemda harus gerak cepat menyalurkan vaksin kepada masyarakat sehingga tidak ada vaksin yang terbuang sia-sia,” kata Anggota Komisi IX DPR Rahmad Handoyo. 

Menurut Rahmad, kasus vaksin kadaluarsa tersebut disebabkan lambatnya distribusi vaksin dari provinsi ke kabupaten dan kota serta penyuntikan vaksin ke masyarakat. “Ini suatu hal yang disayangkan, karena masih banyak daerah sekarang yang kekurangan kuota vaksin dan masih harus menunggu dari negara produsen,” ujar anggota Fraksi PDIP Dapil Jawa Tengah V.

Lebih lanjut, pemerintah daerah perlu berinisiatif melapor ke pemerintah provinsi atau pusat jika memiliki stok vaksin yang hampir kadaluarsa. Tujuannya agar stok vaksin yang hampir kadaluarsa dapat segera disalurkan ke daerah yang stoknya menipis dan mampu menyelesaikan vaksinasi sebelum vaksin tersebut kadaluarsa.

“Intinya, kami mendorong kepada semua pihak untuk saling bekerja sama dan pemerintah segera mencari solusi apabila menemukan masalah. Jangan hanya diam saja,” kata Rahmad. (*)


BERITA TERKAIT