DPR Yakin Ekonomi Mandalika Tumbuh dari Lomba Internasional
Info Teras | 23/11/2021 16:25
DPR Yakin Ekonomi Mandalika Tumbuh dari Lomba Internasional

INFO NASIONAL - Anggota Komisi X DPR RI Nuroji berharap dengan terselenggaranya berbagai event besar dan internasional seperti World Superbike 2021 di Pertamina Mandalika International Street Circuit, bisa berdampak pada masyarakat sekitar di Mandalika, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat. Para pengrajin, rumah makan, restoran serta hotel bisa mendapatkan hasilnya dan berpengaruh pada pertumbuhan ekonomi di wilayah Lombok.

“Niat besarnya bisa menjadi multiplier effect yang diharapkan dapat meningkatkan aktivitas ekonomi di tingkat lokal. Baik dari event motor maupun mobil, tentunya masyarakat Lombok harus menjadi tuan rumah agar dapat menggerakkan ekonomi,” kata Nuroji bersama anggota Komisi X DPR RI lainnya meninjau Pertamina Mandalika International Street Circuit, Senin, 22 November 2021.

Menurutnya, dengan anggaran pembangunan Sirkuit Mandalika yang menelan lebih dari Rp 1 triliun, seharusnya pembangunan tersebut bermanfaat dan mempunyai dampak yang besar bagi pertumbuhan ekonomi bagi masyarakat Lombok di tengah pandemi Covid-19.

“Saya tekankan dengan pembangunan sirkuit Mandalika, tidak seperti pembangunan-pembangunan lain seperti wisma atlet atau kereta layang di Palembang yang tidak terpakai, padahal pembangunan tersebut menelan anggaran cukup besar. Diharapkan pembangunan sirkuit tidak sama nasibnya. Hanya digunakan untuk event besar saja,” kata Nuroji. 

Menurutnya, jika Sirkuit Mandalika hanya digunakan untuk event besar, dampak ekonominya tidak terlihat, karena event besar tidak terselenggara tiap hari. Padahal, keberadaan Sirkuit Mandalika berperan penting untuk pemulihan roda perekonomian. Kegiatan pariwisata dan olahraga harus bisa bersinergi, sehingga pemerintah daerah sebagai pemangku wilayah harus juga responsif melaksanakan hal tersebut.

“Semoga kedepannya penyelenggaraan event-event bisa tersusun sesuai yang direncanakan, lancar, dan tidak menimbulkan citra negatif, sehingga tidak menimbulkan rasa kapok bagi para wisatawan. Infrastruktur (Sirkuit Mandalika) sudah bagus, tinggal penyelenggaraan (event) harus diperbaiki, profesional dan bisa mengharumkan nama bangsa di mata dunia,” ujar legislator dapil Jawa Barat VI itu.

Di tempat yang sama, Direktur Operasi dan Inovasi Bisnis Indonesia Tourism Development Corporation (ITDC), Arie Prasetyo menjelaskan ITDC memiliki brand sendiri untuk penyelenggaraan event-event yaitu, Mandalika GP Series dan Mandalika Experiences. 

Mandalika GP Series adalah konsep motor sport seperti MotoGP dan WSBK. Tahun depan, direncanakan akan ada event balap mobil endurance 12 jam dari Prancis. Bahkan diproyeksikan Sirkuit Mandalika akan menggelar Formula 1.

“Presiden meminta pada 2023 bisa menyelenggarakan Formula 1 dan Indonesia sebagai tuan rumah. Sirkuit Mandalika memang didesain tidak hanya digunakan oleh sepeda motor saja, namun bisa digunakan mobil,” katanya. 

Sirkuit Mandalika bisa digunakan untuk hal lain, seperti penyelenggaraan marathon mini, ataupun balap sepeda. Jika tidak ada pandemi, dari 10 penyelenggaraan hanya dua yang diselenggarakan, yakni Superbike a dan MotoGP Maret 2022. “Diperkirakan dari penyelenggaraan MotoGP memberikan perputaran uang kurang lebih Rp 500 miliar, yang diputarkan kembali untuk tiket, sarana UMKM, dan pesanan makanan bagi panitia terkait,” ujar Arie.

Pada gelaran MotoGP 2022 Lombok harus bersinergi dengan Bali untuk mendukung penginapan dan hal-hal lainnya yang dibutuhkan panitia penyelenggara. “Kurang lebih jika full penonton bisa mencapai 200 ribu. Ini sepuluh kali lipat dari event World Superbike,” katanya. (*)

 


BERITA TERKAIT