Makam Keramat di Tengah Jalan Raya Kota Purwokerto, Ramai Didatangi Saat Era SDSB
Iqbal Muhtarom | 28/03/2018 15:51
Makam Keramat di Tengah Jalan Raya Kota Purwokerto, Ramai Didatangi Saat Era SDSB
KONDISI bangunan makam yang ada di Jalan Ragasemangsang, Purwokerto, Kamis (22/3).SATELITPOST/ANANG FIRMANSYAH

PURWOKERTO, SATELITPOST – Bangunan makam persegi berukuran 1,5 x 2 meter berdiri masih kokoh di tengah persimpangan jalan yang berada tak jauh dari  Alun-alun Kota Purwokerto. Konon, dari bangunan tersebutlah, kemudian dijadikan nama jalan di sebelah timur kantor pusat Pemerintahan Kabupaten Banyumas, yakni Jalan Ragasemangsang.

Mayoritas warga Purwokerto mengetahui bangunan tersebut merupakan bangunan makam yang sudah ada sejak puluhan tahun silam. Saefudin (65) warga asli RT 3 RW 5 Kelurahan Sokanegara mengatakan, makam tersebut sudah ada sebelum dirinya dilahirkan. Menurut pitutur (cerita, red) dari almarhum kakeknya serta para sesepuh terdahulu, makam tersebut merupakan makam pelaku perang pada masa penjajahan kolonial Belanda.

“Jadi pada masa perang dulu, lokasi di sini masih rimbun oleh pohon-pohon besar. Ada pesawat udara yang kena tembak, sebelum jatuh penerbangnya keluar dari pesawat dengan parasut dan tersangkut di pohon. Mungkin dulu kejadiannya malam hari jadi tidak ada yang tahu,” kata Mbah Saefudin saat berbincang dengan SatelitPost, Jumat (23/3).

Karena medan yang sulit untuk menyelamatkan diri ditambah tidak diketahui oleh pasukannya, sang penerbang tersebut akhirnya mengembuskan napas di atas pohon. Keberadaannya baru diketahui setelah beberapa bulan kemudian. Jasad atau raganya tersangkut atau dalam bahasa Jawa disebut semangsang. Selanjutnya korban dievakuasi dan dimakamkan tak jauh dari pohon tersebut.

Baca Juga: Menguak Misteri Makam di Tengah Jalan Lewat Kisah Kesaktian Kyai Pekih

“Entah dari pejuang kita atau dari penjajah saya sendiri tidak tahu pasti. Namun jika melihat dari bangunannya, makam itu memiliki karakter bangunan Belanda,” katanya.

Menurutnya tak jauh dari makam Ragasemangsang itu, ada dua makam lagi yang letaknya berada di sebelah selatan rumah dinas Wakapolres (saat ini). Namun saat Pemerintahan Banyumas mulai dipindah ke Purwokerto, di atas makam tersebut dibangun gedung untuk keperluan pemerintahan (saat ini gedung BKD). Namun saat itu tidak ada yang berani memindahkan makam Ragasemangsang.

Antara tahun 1970-1980, lanjut Mbah Saefudin, makam Ragasemangsang menjadi tempat yang dikeramatkan. Dia masih ingat, banyak orang datang ke makam tersebut. Tak hanya masyarakat Purwokerto saja, bahkan orang-orang yang datang dengan membawa sesajen tersebut datang dari luar kota.

“Pada masa SDSB (sumbangan dana sosial berhadiah) dan porkas (undian pada masa dulu) berjaya, makam selalu ramai didatangi orang. Mereka berharap, penunggu makam memberikan angka jitu biar dapat memenangkan undian. Bahkan tak sedikit yang rela menginap di dalam makam berhari-hari,” katanya.

Setelah masa undian di masa Orde Baru tersebut berakhir, makam Ragasemangsang kembali sepi. Makam tersebut menjadi makam yang masih misteri hingga saat ini. (triono yulianto)

Sumber: www.satelitpost.com


BERITA TERKAIT