Temuan Densus 88 Usai Gerebek 3 Lokasi Terduga Teroris Tangerang
Iqbal Muhtarom | 17/05/2018 10:18
Temuan Densus 88 Usai Gerebek 3 Lokasi Terduga Teroris Tangerang
Tempat usaha jahit KH, 32 tahun, yang ditangkap Densus 88 dan Polres Metro Tangerang di Jalan Gempol Raya, Kelurahan Kunciran, Kecamatan Pinang Kota Tangerang, pada Rabu, 16 Mei 2018.. KH ditangkap bersama istrinya dan karyawannya, UJ. FOTO:TEMPO/AYU CIPTA

TEMPO.CO, Tangerang - Tim Densus 88 Antiteror Kepolisian RI menyita sejumlah barang bukti dari penggerebekan tiga rumah terduga teroris Tangerang anggota jaringan Jamaah Ansharut Daulah (JAD). Kepala Divisi Hubungan Masyarakat Polri Inspektur Jenderal Setyo Wasisto mengatakan tak ditemukan bahan peledak atau bom dalam penggerebekan itu. 

"Belum ada (bahan peledak atau bom)," ujarnya di Markas Besar Polri di Jakarta Selatan, Rabu, 16 Mei 2018.

Setyo menyebutkan barang bukti yang disita adalah sejumlah dokumen, catatan, telepon genggam, dan sepeda motor. Barang bukti tersebut disita dari tiga anggota JAD Jakarta dengan inisial MC, G, dan A.

Namun, ucap Setyo, tim Densus 88 masih melakukan pengembangan dalam memburu jaringan terduga teroris. Polisi juga menyisir, apakah jaringan JAD Jakarta menyimpan bahan peledak atau bom. "Tim masih melakukan pengembangan," ujarnya.

Setyo menyebutkan tiga terduga teroris tersebut ditangkap di sebuah rumah di Jalan Gempol Raya yang dihuni lima anggota keluarga. Sehari-harinya, rumah tersebut melayani jasa permak jins.

Seusai penggerebekan itu, Densus 88 bergerak ke lokasi penggeledahan kedua di Duta Bintaro Cluster. Sedangkan penggerebekan TKP ketiga dilakukan di Kunciran Mas Permai. "Jadi penggerebekan ada di tiga TKP," tuturnya.

Setyo mengatakan, selain menangkap tiga laki-laki terduga teroris tersebut, Densus 88 membawa satu perempuan untuk diperiksa. 

Klik halaman depan Teras.id untuk melihat berita terbaru.

BERITA TERKAIT