Ekspor Mobil CBU Agustus 2020 Turun, Komponen Meroket
TEMPO.CO | 21/09/2020 21:39
All New Honda Brio ekspor perdana ke Filipina, Rabu, 10 April 2019. Mobil itu dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (HPM)
All New Honda Brio ekspor perdana ke Filipina, Rabu, 10 April 2019. Mobil itu dikapalkan dari Pelabuhan Tanjung Priok, Jakarta Utara. (HPM)

TEMPO.CO, Jakarta - Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), kinerja ekspor mobil dalam bentuk utuh (Completely Built Up/CBU) sepanjang Agustus 2020 tercatat hanya 13.738 unit. Angka ini turun 7,7 persen dibanding bulan sebelumnya sebesar 14.894 unit. 

Daihatsu menjadi kontributor terbesar ekspor CBU dengan angka 4.496 unit. Meski demikian, ekspor Daihatsu ini menurun dibanding bulan sebelumnya sebesar 5.673. Kontributor terbesar kedua disumbang Suzuki dengan angka 4.352 unit. Angka naik tipis dibanding bulan sebelumnya sebesar 4.322 unit. 

Toyota menjadi kontributor ketiga ekspor Agustus 2020 dengan angka 2.325 unit. Jika dibanding ekspor Juli, angka ini menurun 36 persen yang mencapai 3.644 unit. 

Kinerja ekspor Mitsubishi Motors cukup baik dengan angka 1.803 unit. Angka ini naik 39,9 persen dibanding ekspor Juli yang hanya 1.083 unit. 

Honda yang selama Juni - Juli tidak melakukan ekspor karena pandemi corona kembali mengirimkan mobil ke luar negeri dengan angka 420 unit. Angka ini naik signifikan dibanding pengiriman pada bulan Mei yang hanya 270 unit. 

Business Innovation and Sales & Marketing Director PT Honda Prospect Motor Yusak Billy mengatakan bahwa ada permintaan tambahan sebanyak 200 unit Honda Brio dari Filipina. "Angka itu di luar kesepekatan awal," kata Billy kepada Tempo beberapa waktu lalu. 

Dongfeng Sokon (DFSK) juga mencatat kenaikan ekspor berlipat-lipat sepanjang Agustus 2020 dengan angka 232 unit. Angka ini naik 60,3 persen dibanding ekspor Juli. Ekspor Agustus juga menjadi rekor tertinggi DFSK sepanjang tahun ini, bahkan sebelum virus corona mewabah. 

Sementara itu, untuk ekspor dalam bentuk terurai (Completely Knock Down/CKD) pada Agustus 2020 tercatat sebesar 2.130 unit. Angka ini juga mengalami penurunan dibanding bulan sebelumnya sebesar 2.258 unit. 

Kinerja ekspor komponen cukup menggembirakan dengan angka 5.499.469 pcs. Angka ini naik 51,7 persen dibanding ekspor Juli yang hanya sebesar 2.655.562 pcs. Toyota menyumbang ekspor komponen terbanyak dengan angka 5.298.544 pcs. Honda di posisi kedua dengan angka 157.479 pcs, disusul Hino (41.546 pcs), dan Suzuki (1.900 pcs). 

Ekspor komponen Agustus bahkan mendekati kinerja ekspor Maret yang mencapai 6.574.662 unit. 

Direktur Administrasi, Korporasi dan Hubungan Eksternal PT Toyota Motor Manufacturing Indonesia (TMMIN), Bob Azam, mengatakan bahwa ekspor mobil Toyota yang diproduksi di Indonesia saat ini mulai recovery,. “Kira-kira 70 persen dibanding dengan sebelum pandemi,” kata Bob saat dihubungi Tempo, Selasa, 8 September 2020.

Secara persentase, lanjut dia, permintaan ekspor lebih tinggi dibanding domestik. “Domestik baru sekitar 40 persen dari sebelum pandemi.”


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT