Nilai Saham Tesla Melambung di Atas 500 Miliar Dolar AS
TEMPO.CO | 25/11/2020 08:43
Orang-orang mengamati kendaraan Tesla Model 3 di area ekshibisi otomotif. Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketiga di Shanghai, Cina, 5 November 2020. Total tujuh pabrikan otomotif top dunia berpartisipasi dalam ajan
Orang-orang mengamati kendaraan Tesla Model 3 di area ekshibisi otomotif. Pameran Impor Internasional China (China International Import Expo/CIIE) ketiga di Shanghai, Cina, 5 November 2020. Total tujuh pabrikan otomotif top dunia berpartisipasi dalam ajang CIIE tahun ini, memamerkan berbagai macam kendaraan dari negara-negara seperti Jerman, Amerika Serikat, Inggris, Jepang, Korea Selatan, dan Swedia. Xinhua/Zhao Dingzhe

TEMPO.CO, JakartaTesla Inc. melesat, nilainya di pasar saham melewati 500 miliar dolar AS atau sekitar Rp 7.079 triliun pada Selasa lalu, 24 November 2020.

Lonjakan itu terjadi karena investor mengambil sahamnya menjelang debut Tesla di S&P 500. Ini memperpanjang bapalan meteorik yang telah membuat nilai pasar produsen mobil listrik AS itu melonjak lebih dari 500 persen tahun ini.

Saham perusahaan pimpinan Elon Musk yang berbasis di California tadi naik hampir 5 persen pada Selasa sehingga menempatkan kapitalisasi pasarnya pada 519 miliar dolar.

Tesla adalah perusahaan paling berharga ke-7 di Wall Street, tepat di belakang Berkshire Hathaway. Saham Tesla bahkan menguat lebih dari 30 persen sejak 16 November 2020 ketika diumumkan Tesla akan bergabung dengan patokan S&P 500, indeks pasar saham 500 perusahaan terbesar dunia.

Goldman Sachs juga memperkirakan pada minggu lalu bahwa reksa dana yang dikelola secara aktif dapat membeli lagi 8 miliar dolar saham Tesla setelah ditambahkan.

Tesla kini menjadi pembuat mobil paling berharga di dunia, meskipun produksi lebih sedikit dari raksasa Toyota Motor Corp, Volkswagen, atau General Motors Co.

Saham produsen mobil listrik lainnya juga menguat dalam beberapa bulan terakhir karena Presiden AS terpilih, Joe Biden, menjadikan peningkatan mobil listrik sebagai prioritas utama dalam kampanyenya.

Nilai saham produsen mobil listrik Cina, Nio Inc., turun 4,9 persen pada Selasa lalu, memangkas kenaikannya pada November sebesar 72 persen.


REUTERS


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT