Gagal ke Final Badminton Asia Mixed Team, Apa Kata Susy Susanti?
TEMPO.CO | 24/03/2019 06:06
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. (badmintonindonesia.org)
Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI Susy Susanti. (badmintonindonesia.org)

TEMPO.CO, Jakarta - Manajer Tim Bulu Tangkis Indonesia Susy Susanti mengatakan kekalahan Tim Garuda pada semifinal Badminton Asia Mixed Team 2019 harus dijadikan sebagai bahan pembelajaran bagi seluruh pemain.

"Kekalahan itu tentu saja harus menjadi pembelajaran untuk semua pemain supaya kedepannya bisa bermain dengan lebih baik lagi," kata Susy melalui siaran pers PBSI yang diterima Antara di Jakarta, Sabtu.

Berkaitan dengan kekalahan tersebut, menurut dia, penampilan para atlet sebenarnya bisa lebih baik. Dia menilai masih ada pemain yang kurang maksimal permainannya dan ada juga yang salah menerapkan strategi.

"Untuk Shesar Hiren Rhustavito, sudah sesuai harapan, sudah maksimal. Tapi untuk yang lain, saya berharap lebih dari itu. Ada yang mainnya belum maksimal, ada yang strateginya agak salah. Penampilan para atlet sebetulnya bisa lebih baik," ujar Susy.

Lebih lanjut, perempuan yang juga menjabat sebagai Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi PP PBSI itu mengungkapkan penampilan Indonesia di babak semifinal sudah sesuai dengat target mengingat tidak adanya pemain inti yang diboyong dalam kejuaraan tersebut.

"Sesuai prediksi kami, targetnya semifinal. Bukannya tidak mau juara, tapi kami lihat dari kekuatan, kami realistis saja. Kami juga tidak membawa pemain inti, begitu pun negara lain. Secara target dan keseluruhan, semua berjalan lancar," ungkap Susy.

Dalam pertandingan semifinal Badminton Asia Mixed Team Championships 2019 yang berlangsung pada Sabtu (23 Maret), Jepang mengalahkan Indonesia dengan skor 3-0.

Kekalahan pertama dialami oleh pasangan ganda putra Sabar Karyaman Gutama/Frengky Wijaya Putra usai menghadapi Takuro Hoki/Yugo Kobayashi dengan skor 11-21 dan 18-21.

Selanjutnya, pebulutangkis tunggal putri Ruselli Hartawan juga tidak mampu mengatasi serangan Sayaka Takahashi dan berujung pada kekalahan dengan skor 15-21 dan 15-21.

Terakhir, tunggal putra Shesar Hiren Rhustavito juga harus menyerah di tangan Kanta Tsuneyama dalam tiga gim yang berlangsung selama 1 jam 15 menit dengan skor 21-15, 17-21 dan 16-21.

 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT