Formula 1: Ricciardo Nego dengan Ferrari Sebelum ke McLaren
TEMPO.CO | 29/05/2020 05:31
Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, menyemprotkan sampanye saat merayakan kemenangannya diatas podium setelah berhasil menjuarai GP Monako di Sirkuit Monte Carlo, 27 Mei 2018.  REUTERS/Benoit Tessier
Pembalap Red Bull, Daniel Ricciardo, menyemprotkan sampanye saat merayakan kemenangannya diatas podium setelah berhasil menjuarai GP Monako di Sirkuit Monte Carlo, 27 Mei 2018. REUTERS/Benoit Tessier

TEMPO.CO, Jakarta -  Pembalap Formula 1 Daniel Ricciardo mengungkapkan bahwa dirinya sempat bernegosiasi dengan Ferrari untuk membahas kemungkinan pindah ke tim asal Italia itu sebelum akhirnya dirinya bergabung ke McLaren.

Ricciardo, 30 tahun, adalah keturunan Italia dan disebut-sebut telah diincar oleh Ferrari.

Namun pada akhirnya, Ferrari memilih untuk memboyong Carlos Sainz Jr dari McLaren untuk menggantikan juara dunia empat kali Sebastian Vettel dan menjadi rekan Charles Leclerc pada Formula 1 2021.

"Ada diskusi beberapa tahun lalu. Dan itu berlangsung hingga sekarang," kata Ricciardo kepada CNN Sports, seperti dilansir Reuters, Kamis, 28 Mei 2020.

"Aku tak menyangkalnya. Tapi, itu tak pernah terwujud.

"Aku tak tahu sebenarnya dan tak pernah ingin menggalinya lebih dalam," kata Ricciardo soal keputusan akhir Ferrari.

"Semua orang mengatakan akan cocok tentunya dengan namaku dan hal-hal seperti latar belakangku, tapi aku tak ingin terjebak secara emosional di situasi seperti itu," kata sang pembalap Australia itu.

Ricciardo justru melihat Sainz, 25 tahun, cocok untuk Ferrari dan menyebut pembalap asal Spanyol itu sebagai "properti panas".

Sainz finis peringkat enam klasemen tahun lalu, menempatkannya sebagai pembalap terbaik di papan tengah, di luar tiga tim besar.

Sementara Ricciardo mendapati musim yang sulit di debutnya bersama Renault tahun lalu setelah hijrah dari Red Bull dengan finis paling baik di peringkat empat.

Ricciardo menyebut ada satu hal yang menyebabkan ia memilih meninggalkan Renault ke McLaren tahun depan, sedangkan diskusi dengan tim bermarkas di Woking, Inggris itu sudah berlangsung sejak 2018 lalu. 


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT