Menpora Ingin Indonesia Tiru Thailand Mengembangkan Sport Tourism
TEMPO.CO | 15/07/2020 22:35
Menpora Zainudin Amali menjadi keynote speaker sekaligus Kick Off Kuliah Kewirausahaan Pemuda secara webinar dari Sitroom Lantai 9 Graha Pemuda Senayan Jakarta Pusat, Selasa (30/6) siang. Tujuan utama perkuliahan ini tersirat dalam tema besar yang diangka
Menpora Zainudin Amali menjadi keynote speaker sekaligus Kick Off Kuliah Kewirausahaan Pemuda secara webinar dari Sitroom Lantai 9 Graha Pemuda Senayan Jakarta Pusat, Selasa (30/6) siang. Tujuan utama perkuliahan ini tersirat dalam tema besar yang diangkat yakni "Mengembangkan Talenta Muda untuk Indonesia", dengan output mencetak 5.000 kader wirausaha muda, 34 sentra kewirausahaan pemuda, dan 470 akses permodalan.(foto: egan/kemenpora.go.id)

TEMPO.CO, JakartaMenteri Pemuda dan Olahraga Zainudin Amali mengatakan Indonesia bisa meniru cara Thailand dalam mengembangkan wisata olahraga atau sport tourism. Ia yakin sport tourism, yang berhasil menyedot wisatawan asing datang ke Negeri Gajah Putih tersebut, bisa diterapkan di Indonesia.

"Negara-negara lain sudah mendorong sport tourism menjadi income untuk negaranya. Devisa yang masuk juga signifikan, contohnya Thailand," ujar Amali saat menjadi pembicara webinar di Jakarta, Rabu, 15 Juli 2020.

Amali bercerita saat penyelenggaraan SEA Games Filipina 2019, ia bertemu dengan Menteri Olahraga Thailand. Dalam pertemuan itu, Menteri Olahraga Thailand mengatakan bahwa sport tourism menjadi salah satu penggerak ekonomi yang signifikan. Mereka sadar bahwa Thailand tidak selamanya bisa mengandalkan wisata hiburan untuk merebut pasar turis selalu datang ke negerinya.

Maka dari itu, Amali bercerita, perlu penyegaran agar para wisatawan tetap menjadikan Thailand sebagai destinasi tujuan yakni dengan mengembangkan sport tourism. "Mereka sekarang ketergantungan pada sport tourism sangat luar biasa. Kalau dulu kita kenal orang pariwisata di Thailand hanya hiburan tapi mereka sadar itu tidak bisa mereka andalkan lagi karena persaingan ada di mana-mana dan mereka dorong ke sport tourism," kata dia.

Zainuddin Amali menambahkan bahwa, "Mereka menjual paket, misal golf. Untuk bisa main selama beberapa hari, mereka menawarkan paket akomodasi, transportasi dan dia berpariwisata itu dijual serempak dalam satu paket."

Cara yang dilakukan negeri tetangga itu, kata Zainudin, bisa diterapkan pula di dalam negeri apalagi Indonesia memiliki berbagai potensi alam yang melimpah. Indonesia bisa menjual paket-paket wisata disertai pengalaman olahraga seperti arung jeram, naik gunung, panjat tebing, selancar, hingga lari lintas alam. Dengan menawarkan paket tersebut, ia yakin wisatawan bakal betah tinggal di Indonesia yang terhubung dengan uang yang dikeluarkan oleh mereka tak sedikit.

"Menurut saya Indonesia ada kelebihan, tempat-tempat kita juga menarik tidak kalah dengan negara tetangga. Mengapa kita tidak berinisiatif membuat itu? Paket arung jeram, paket olahraga petualang, kita paketkan semuanya tapi ada unsur wisatanya," kata dia.

Namun untuk mewujudkan sport tourism, Kemenpora butuh kerja sama lintas kementerian karena pengembangannya bersinggungan dengan berbagai pihak. "Kami harus kerja sama dengan Kemenparekraf, Kemenko Maritim dan Investasi, Kemenpar. Kemenpora tidak mungkin kerja sendiri menggarap olahraga. Kita sesama pemerintah harus bersinergi agar bisa maju," kata dia.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT