Atlet Panjat Tebing Indonesia Juarai IFSC Connected Speed
TEMPO.CO | 03/08/2020 21:29
Atlet panjat tebing Indonesia,  Rahmad Adi Mulyono. (FPTI)
Atlet panjat tebing Indonesia, Rahmad Adi Mulyono. (FPTI)

TEMPO.CO, Jakarta - Tim Indonesia berhasil menorehkan ptestasi dalam IFSC Connected Speed Knockout atau kejuaraan speed online yang dilaksanakan oleh Federasi Panjat Tebing Internasional (IFSC) pada Ahad, 2 Agustus 2020.

Atlet nomor speed putra Indonesia, Rahmad Adi Mulyono meraih medali emas setelah mengalahkan atlet Italia, Gianluca Zodda dengan catatan waktu 5,7 detik. Catatan waktu ini mendekati rekor dunia 5,48 detik yang masih dipegang oleh atlet dari Iran. Pada 2019, Rahmad Adi Mulyono juga berhasil menyabet perunggu dalam IFSC World Youth Championship di Arco, Italia.

Dari babak penyisihan, Rahmad Adi cukup stabil penampilanya, rata-rata waktu yang dicapai di bawah 6 detik. Hingga pada babak perempat final berhasil mengalahkan juara dunia dari Russia, Vladislav Deulin, sehingga melaju ke final.

Di final, Adi mengalahkan Gialucca Zooda dari Italia yang notabene adalah pemanjat senior dengan catatan waktu lebih bagus 5,770 detik, sementara lawanya mencatatkan waktu lebih lambat 5,798 detik. Hasil tersebut kembali menahbiskan Indonesia sebagai satu negara terkuat nomor speed di jagad sport climbing dunia.

Ketua Umum Pengurus Pusat Federasi Panjat Tebing Indonesia (FPTI) Yenny Wahid menyampaikan Adi sendiri adalah atlet kita yang masih cukup muda dan sangat potential untuk dikembangkan prestasinya.

"Kami mengharapkan dukungan dari masyarakat Indonesia agar atlet- atlet kita bisa terus mengharumkan nama bangsa kedepannya. Asecara khusus saya mengapresiasi para atlet kita yang tetap menunjukkan prestasi terbaik walaupun dalam suasana pandemi dan penuh keprihatinan," kata Yenny Wahid kepada Tempo, Senin, 3 Agustus 2020.

"Ini adalah kompetisi yang inovatif karena dilakukan secara virtual dengan para atlet berlaga di negara masing2 dan juri menilai secara online, sehingga tetap mematuhi anjuran untuk melakukan social distancing dan mengikuti protokol kesehatan yang baik," ucap Yenny Wahid menambahkan.

Event Officer IFSC, Alessandro Di Cato mengatakan penyelenggaraan IFSC Connected Speed Knockout tahun 2020 ini cukup sukses, apresisasi khusus ditujukan kepada Indonesia terhadap saran dan prasarana dengan kualifikai standart tertinggi dalam sebuah penyelenggaran event di IFSC.

"Indonesia sangat bagus terutama tradisi “Orang kuat” di nomor speed, sekaligus ini sebagai kredit point bagi Indonesia untuk mengajukan tuan rumah word cup series tahun 2021," kata Alessandro.

Kejuaraan ini dilaksanakan dengan sistem online, sehingga ini menjadi pengalaman pertama dalam sebuah kejuaraan panjat tebing level dunia. Diikuti oleh 50 atlet dari 9 negara di 7 lokasi yang berbeda dan digabungkan dengan sistem daring.

Indonesia sendiri menurunkan atlet kolaborasi antara atlet Pelatnas dan atlet Pelatda DKI Jakarta yang terdiri dari lima atlet putri yaitu Alivany Ver Khadijah, Mudji Mulyani (DKI Jakarta) , Nurul Iqomah, Desak Made Rita, Rajiah Salsabila dan lima atlet putra yaitu Rahmad Adi Mulyono, Zaenal Arifin (DKI Jakarta), Arya Aryendi (DKI Jakarta), Aspar Jaelolo dan Alfian Muhammad.

IRSYAN HASYIM


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT