Formula 1: Tantangan bagi Lewis Hamilton, Pirelli Siapkan Ban Lebih Lunak
TEMPO.CO | 06/08/2020 11:34
Penbalap Mercedes Lewis Hamilton melintasi finis dengan satu ban pecah di Grand Prix Britania di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (2/8/2020) (ANTARA/REUTERS/ANDREW BOYERS)
Penbalap Mercedes Lewis Hamilton melintasi finis dengan satu ban pecah di Grand Prix Britania di Sirkuit Silverstone, Inggris, Minggu (2/8/2020) (ANTARA/REUTERS/ANDREW BOYERS)

TEMPO.CO, JakartaBan yang lebih lunak dan suhu udara lebih panas akan menjadi ujian baru bagi Lewis Hamilton di Sirkuit Silverstone, Inggris, akhir pekan ini.

Pembalap tim Mercedes ini pekan lalu menjuarai Grand Prix Britania di sirkuit bekas lapangan udara itu dengan ban kiri depan mobilnya pecah di lap terakhir jelang finis.

Penyelesaian lomba yang dramatis itu datang setelah dia menjalani lebih dari tiga perempat jarak lomba dengan hanya satu set ban.

Pirelli, pemasok ban di Formula 1, akan membawa kompon lebih lunak di grand prix yang menandai hari jadi ke-70 sejak grand prix pertama digelar di Silverstone pada 1950 silam.

"Satu tingkat lebih rendah akan menjadi tantangan bagi kami semua dan tak diragukan lagi akan membuat kami semua setidaknya dua kali pitstop," kata Hamilton seperti dikutip Reuters, Kamis, 6 Agustus 2020.

"Tentunya mobil kami jauh lebih cepat tahun ini, kami menggunakan ban yang sama dengan tahun lalu, mereka (Pirelli) tidak mampu mengembangkan ban yang lebih baik untuk mengatasi tekanan tahun ini, jadi ini akan menjadi tantangan yang serius, aku kira," kata pembalap yang kini unggul dari rekan satu timnya, Valtteri Bottas dengan selisih 30 poin di puncak klasemen itu.

Bos tim Mercedes Toto Wolff akan mengantisipasi hal itu.

"Kondisi yang lebih panas membuat persaingan lebih ketat akhir pekan lalu dan ban yang lebih lunak berarti lebih banyak pitstop dan variabilitas strategi, jadi kami bisa menantikan pertarungan yang seru."

Hamilton telah memenangi tiga balapan terakhir dari empat yang telah dihelat di musim yang sempat tertunda pandemi COVID-19 itu.

Sang pembalap asal Inggris itu mengincar gelar ketujuhnya dan masih menjadi favorit juara tahun ini.

Jika finis podium akhir pekan nanti, Hamilton akan menyamai rekor 155 finis podium yang diraih legenda Ferrari Michael Schumacher.

Satu kemenangan lagi juga akan membuatnya berjarak tiga trofi juara grand prix dari rekor yang masih dipegang Schumacher sebanyak 91 kali.

Mercedes masih dominan dengan memenangi empat balapan musim ini, lewat Bottas yang mempersembahkan trofi di seri pembuka di Austria bulan lalu.

Mereka bisa saja kembali finis 1-2 pekan lalu jika Bottas tidak mengalami pecah ban dua lap jelang finis dan terlempar dari P2 ke P11.

Para rival pun mengakui jika mereka bakal kesulitan menyaingi Mercedes tahun ini.

"Mungkin kalian mendapat sepersepuluh (detik), atau satu setengah, OK kita lebih dekat, tapi itu tidak cukup dekat," kata pembalap Red Bull Max Verstappen.

"Kalian harus lebih realistis. Maksudku kalian boleh bermimpi dan berharap, tapi aku rasa lebih penting realistis karena itu lah bagaimana kalian bisa maju," kata pembalap Belanda yang finis runner-up pekan lalu.

Ferrari yang kecewa dengan paket mobil yang lamban tahun ini akan berharap kepada pembalap muda Monako Charles Leclerc untuk membuat hal yang seakan mustahil.

Leclerc sejauh ini mampu memaksimalkan potensi SF1000 dengan finis dua podium, sedangkan hasil terbaik rekan satu timnya, Sebastian Vettel di P6 ditambah dua kali finis P10.

Nico Hulkenberg akan menyiapkan dirinya untuk kesempatan kedua membalap bersama Racing Point musim ini sebagai pengganti Sergio Perez yang menjalani karantina karena positif COVID-19.

Pembalap Jerman itu gagal membalap untuk pertama kalinya sejak meninggalkan Renault musim lalu setelah mesin mobil RP20 mengalami masalah power unit di Silverstone pekan lalu.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT