Fasilitas Olahraga Tutup, Pengelola GBK Minta Pengecualian saat PSBB Total
TEMPO.CO | 14/09/2020 20:25
Sejumlah warga mengantre untuk memasuki area 'ring road' Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Ahad, 13 September 2020. Menjelang penerapan kembali PSBB total, masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar
Sejumlah warga mengantre untuk memasuki area 'ring road' Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK) di Senayan, Jakarta, Ahad, 13 September 2020. Menjelang penerapan kembali PSBB total, masih banyak masyarakat yang melakukan olahraga dan beraktivitas di luar rumah. ANTARA/Galih Pradipta

TEMPO.CO, Jakarta - Direktur Utama Pusat Pengelolaan Komplek Gelora Bung Karno, Winarto, meminta Pemerintah DKI Jakarta memberi pengecualian untuk tetap buka selama Pembatasan Sosial Berskala Besar atau PSBB. Menurut dia, tanpa harus ditutup, selama penerapan PSBB total, kunjungan ke GBK akan menurun dengan sendirinya.

Winarto mengatakan penurunan pengunjung akan membuat pengelola menerapkan protokol kesehatan dengan lebih mudah. "Layanan masyarakat itu yang paling kami utamakan, kalau kami tutup secara penuh, mereka protes karena tidak ada tempat untuk berolahraga, berjalan-jalan di tempat aman dan nyaman," kata dia saat dihubungi Tempo, Senin, 14 September 2020.

Baca juga : GBK Perketat Aturan buat Pengunjung, Ada 6 Poin Utama

Winarto meneruskan, "Kalau orang datang dan kami tutup, itu problem buat kita. Kedua GBK itu tempat luas jadi pun kalau 50 ribu orang masuk tetap tidak kelihatan. Jadi, kami tetap bisa jaga jarak aman. Masyarakat kadang bilang kenapa ditutup kan ini miliknya masyarakat, ruang publik."

Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan mengatakan ada lima sektor yang harus ditutup secara penuh selama PSBB Jakarta mulai 14 September. Lima sektor yang harus ditutup secara penuh selama PSBB Jakarta adalah institusi pendidikan, kawasan pariwisata, taman rekreasi, taman kota dan RPTRA, sarana olahraga publik dan tempat resepsi pernikahan serta seminar.

Baca juga : 8 Poin Utama Perbedaan PSBB Jilid Satu, PSBB Transisi dan PSBB Kedua

Winarto menambahkan, untuk menjalankan keputusan pemerintah itu, pengelola hanya membuka akses pintu 5 yang dikhususkan bagi karyawan. Menurut dia, beberapa karyawan GBK harus tempat bekerja untuk merawat fasilitas yang ada. "Yang rawat kebersihan, yang rawat taman, itu tetap harus bekerja kalau tidak jelek, termasuk keamanan," kata dia.

Selain pintu 5 untuk karyawan, pengelola juga masih membuka pintu 10 yang bisa dilalui kendaraan selama PSBB Total. "Pintu 10 yang depan TVRI, kami tetap buka karena memang tidak bisa ditutup karena orang melintas yang naik motor dan mobil," ucap Winarto.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT