MotoGP: Penjelasan Dokter Soal Penyebab Operasi Ketiga Marc Marquez
TEMPO.CO | 05/12/2020 09:09
Marc Marquez latihan beban, 3 Agustus 2020. (Facebook/Marc Marquez)
Marc Marquez latihan beban, 3 Agustus 2020. (Facebook/Marc Marquez)

TEMPO.CO, Jakarta - Juara dunia enam kali MotoGP, Marc Marquez kembali menjalani operasi karena cedera humerusnya pada Jumat, 4 Desember 2020 di Rumah Sakit Internasional Ruber, Madrid. Dokter Costa, dokter yang menangani Marc, mengatakan bahwa pembalap Repsol Honda itu mengalami nonunion atau komplikasi dari patah tulang yang membuatnya selalu mengalami rasa sakit.

“Pasien terkena nonunion mengeluhkan rasa sakit yang terus-menerus setelah sekian lama mengalami peristiwa traumatis. Nyeri ini bisa konstan atau hanya bisa dirasakan saat menahan beban atau bergerak," kata Costa dikutip dari Motosan, Sabtu, 5 Desember 2020.

Sang dokter meneruskan bahwa, "Radiografi dalam pandangan yang sesuai biasanya cukup untuk membuat diagnosis pseudoatrosis. Dalam beberapa kasus, computed tomography dan magnetic resonance imaging dapat dilakukan untuk melakukan intervensi yang kompleks." Tim Honda pun membenarkan keluhan dari Marc Marquez.

Baca juga : MotoGP: Pemulihan Marc Marquez Lambat, Repsol Honda Melirik Andrea Dovizioso?

Menurut Costa, keputusan untuk melakukan kontrol atas cedera Marc seharusnya dibuat lebih awal. Sebab, pembalap berusia 28 tahun itu kini butuh waktu setidaknya enam bulan untuk proses pemulihan. “Marc mengalami patah tulang humerus di area di atas saraf, jadi ini seharusnya tidak ada masalah. Humerus yang dioperasi dengan sekrup dan pelat membutuhkan waktu tiga bulan untuk sembuh," kata dia.

Namun, kata Costa, pasien butuh waktu untuk sembuh yang lebih lama apabila ada kondisi nonunions atau gagal sambung. “Kami melihat bahwa Márquez berlatih dengan beban. Itu bisa dilakukan jika pelat dan sekrup aman. Jika semua sekrup yang dipasang dalam keadaan sehat, yaitu tidak ada yang patah bersama pelat setelah kecelakaan dengan keuntungan, semuanya dapat dilepas dan itu merupakan solusi terbaik."

Dengan insiden ini, Marc Márquez harus melewatkan tes pramusim dan tiga balapan di awal musim depan. Kemungkinan besar pilihannya untuk kembali menjadi juara dunia MotoGP pun kian sulit. Di samping itu, Repsol Honda dikaitkan dengan nama Andrea Dovizioso sebagai pengganti Marc, untuk tandem bersama Pol Espargaro di MotoGP 2021.


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT