Tim Putri Sabet Perunggu, Susy Susanti: Mereka Lebihi Ekspektasi
TEMPO.CO | 21/08/2018 17:56
Pebulu tangkis putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. ANTARA/Muhammad Adimaja
Pebulu tangkis putri Indonesia, Gregoria Mariska Tunjung. ANTARA/Muhammad Adimaja

TEMPO.CO, Jakarta - Tim beregu putri Indonesia harus puas dengan medali perunggu setelah ditaklukkan di semifinal Asian Games 2018 oleh Jepang 3-1, di Istora, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 21 Agustus 2018. Meski begitu, Kepala Bidang Pembinaan dan Prestasi Pengurus Pusat Persatuan Bulu Tangkis Seluruh Indonesia (PP PBSI), Susy Susanti, mengapresiasi capaian tim putri Indonesia.

Baca: Bulu Tangkis AG 2018: Tim Beregu Putri Indonesia Raih Perunggu

"Kami apresiasi mereka sudah berjuang maksimal bahkan sempat unggul dulu 1-0. Ini jadi satu catatan tersendiri bahwa kalau berusaha tak ada yang tak mungkin meski akhirnya tetap harus mengakui keunggulan 3-1," ujar Susy seusai pertandingan.

Susy mengakui Jepang yang jadi unggulan pertama memiliki level permainan yang ada di atas Indonesia. Seluruh pemain mereka memiliki peringkat yang ada di atas Indonesia. Satu-satunya poin yang dicuri Indonesia didapat dari tunggal pertama Gregoria Mariska Tunjung.

Gregoria menaklukan Akane Yamaguchi yang saat ini berada di peringkat dua dunia. Padahal Gregoria terpaut 20 peringkat di bawah Akane dan ini merupakan pertemuan pertama mereka.

"Penampilan keseluruhan terutama Jorji (Gregoria) dan Fitri sudah maksimal. Target paling tidak medali, dan itu sudah masuk target," kata Susy.

Indonesia sebenarnya tak masuk dalam empat besar unggulan bulu tangkis beregu Asian Games 2018. Jepang berada di unggulan pertama, disusul Cina, Thailand, dan Korea Selatan. Di luar dugaan, Indonesia mampu menaklukkan Korea Selatan di babak perempat final lalu dengan skor 3-1.

Gregoria Mariska Tunjung jadi pemain yang tak pernah gagal menyumbang poin bagi Indonesia di tiap pertandingan. Ganda putri Greysia Polii/Apriyani Rahayu yang biasanya dapat diandalkan juga tak mampu berbuat banyak di partai semifinal ini.

"Ganda putri kurang maksimal tadi permaianannya. Dominasi ada di Jepang dan mereka sudah membaca strategi. Kita jadi tak berkembang sehingga lebih mudah diatasi lawan," kata Susy.

Baca: Perunggu Bulu Tangkis Putri: Kalau Jumpa Jepang Selalu Tertekan.

Dengan hasil ini Indonesia harus puas meraih perunggu bersama dengan Thailand. Jepang sendiri akan menghadapi Cina di partai final yang akan digelar besok, Rabu, 22 Agustus 2018. Ini menjadi raihan perunggu keempat Indonesia di Asian Games 2018 ini.

EGI ADYATAMA


REKOMENDASI BERITA

BERITA TERKAIT