Publikasi PON XX Dinilai Mirip Pilkada
JUBI.CO.ID | 17/09/2021 13:54
Publikasi PON XX Dinilai Mirip Pilkada
Salah satu Venue PON XX 2021 lapangan tenis di samping Kantor Wali Kota Jayapura, Papua. - Jubi/Ramah

Sentani, Jubi – Publikasi Pekan Olahraga Nasional (PON) XX melalui media baliho dan spanduk yang terpasang di sepanjang jalan utama, dinilai tidak mencerminkan adanya pelaksanaan event empat tahunan itu di Papua.

Hal itu disebabkan baliho dan spanduk yang dipasang ini, lebih banyak mempublikasikan wajah pejabat atau panitia penyelenggara secara individu.

Ketua Forum Kota (Forkot) Sentani, Deniks Felle mengatakan, publikasi dan informasi yang dillakukan PB PON maupun Sub PB PON Kabupaten Jayapura tidak tepat sasaran, dan terkesan ego politik secara pribadilah yang sedang dipertontonkan kepada masyarakat.

Menurutnya, publikasi dan sosilisasi yang tepat dilakukan sejak awal di tengah masyarakat, dengan memberikan informasih proses pelaksanaan PON XX yang baik dan benar.

“Di dalamnya ada maket, site planning proses pembangunan venue dan fasilitas penunjang lainnya. Termasuk keterlibatan masyarakat lokal di dalamnya untuk menunjang bidang ekomnomi bagi masyarakat dari kehadiran PON XX di Papua,” jelas Deniks di Sentani, Kamis (16/9/2021).

Dengan publikasi yang tidak terarah dan tepat sasaran seperti ini, kata dia, sudah jelas menimbulkan opini dan asumsi masyarakat terhadap agenda nasional yang direncanakan akan berlangsung pada 2-15 Oktober 2021 mendatang di Provinsi Papua itu.

“Ada banyak atlet Papua yang telah berprestasi, baik lokal maupun nasional hingga international. Bahkan mantan atlet yang telah mendedikasikan diri mereka sebagai pelatih. Kenapa bukan wajah para mantan atlet dan atlet yang akan bertanding di PON XX yang ditaruh dalam baliho dan spanduk di tempat umum? Informasih baru jelas, juga jadi motivasi bagi generasi muda lainnya,” katanya.

Hal senada juga disampaikan oleh Ketua LSM Papua Bangkit, Hengki Yoku, terkait banyaknya spanduk pejabat yang ditampilkan di muka umum ketimbang para atlet.
 “Beberapa waktu terakhir ini yang ditampilkan di muka umum itu wajah-wajah para pejabat, dalam hal ini ketua panitia, ketua harian, ketua bidang, wakil ketua satu dua dan seterusnya, ketimbang para atlet kita,” ucap Hengki.

Kata Hengki, seharusnya wajah para atlet yang dipajang, karena dengan mempublikasikan para atlet di setiap spanduk dan baliho yang terpasang di tempat umum, akan memberikan Informasi yang akurat terhadap pelaksanaan PON XX itu sendiri.

“Sama halnya euforia politik yang dipertontonkan oleh pejabat yang bersangkutan. Masyarakat juga tidak akan merasakan bahwa pesta olahraga ini menjadi bagian dari mereka (masyarakat). Dampaknya, masyarakat jadi acuh tak acuh dalam memberikan dukungan penuh terhadap pelaksanaan pekan olahraga nasional yang baru pertama terjadi di Papua,” katanya.

Lebih lanjut, Yoku berharap pelaksanaan PON XX di Papua berdampak kepada peningkatan ekonomi masyarakat, sebab hingga saat ini belum ada yang bisa membuktikan bahwa dampak PON XX akan menaikkan sektor UKM.

“Yang harus dilakukan oleh para pejabat kita, baik bupati hingga gubernur melalui perangkatnya yakni menghidupkan semangat ekonomi kreatif di tengah masyarakat, sehingga masyarakat turut merasakan bahwa mereka juga bagian dari penyelenggara dan siap sukseskan pesta olahraga ini,” katanya. 

jubi.co.id

 

 

 


BERITA TERKAIT